AKIBAT MUSIM KEMARAU PANJANG PETANI PALAWIJA METRO KIBANG MENJERIT

AKIBAT MUSIM KEMARAU PANJANG PETANI PALAWIJA METRO KIBANG MENJERIT

Berita Daerah 0 Comment 61

LAMPUNG TIMUR, GemantaraNews

Dengan adanya musim penghujan yang tidak dapat di prediksi, nampaknya musim kemarau saat ini benar benar membuat para petani gelabakan dan bingung. itu semua imbas yang di akibatkan oleh kondisi alam yang tidak menentu yang sehingga para petani palawija untuk di penghujungTahun ini( 2019) benar benar mengalami kebangkrutan yang sangat besar. sehingga banyak petani yang mengeluh yang di akibatkan gagal tanam.

Sebagaimana yang di rasakan oleh Kusnan salah satu petani warga Dusun II Desa Jaya Asri Kecamatan Metro Kibang. saat di temui oleh Awak Media ini Jum,at 19/12/19, dalam penjelasannya benar adanya memang dengan adanya para petani dalam gagal tanam itu memang dampak dari kemarau atau musim panas yang sehingga mengakibatkan seluruh tanaman jagung tidak bisa tumbuh normal.

Selanjutnya dalam pengakuannya untuk satu musim ini dia sudah merugi sekitar Rp. 4000000( empat juta) kerugian itu belum termasuk tenaga, sedangkan saya sudah melakukan tiga kali penanaman karena dengan adanya tanam jagung yang selalu gagal ini saya coba untuk yang ke empat kalinya saya ganti dengan tanam padi darat.

Harapannya dengan adanya yang ke empat kalinya dia menanam ini supaya pemerintah jangan sampai mempersulit pupuk seperti yang sudah sudah.terutama jenis pupuk Phoska dan Oreal. karena dengan adanya persediaan pupuk yang cukup tentu akan mempermudah pertumbuhan tanaman itu sendiri. makanya dengan adanya banyaknya para petani yang merugi bukan semata mata hanya karena alam saja melainkan karena sulitnya para petani untuk membeli pupuk, dan kebanyakan para pengecer dengan alasan gak ada barang.ucapnya.

Lain halnya yang di alami oleh Kepala Desa Jaya Asri Suparmin walau pertumbuhan tanaman jagung nya kurang normal selain ladang yang di pagar oleh waring sebagai pengaman dari binatang unggas di areal pun di buatkan sebuah bak penampung air yang di peruntukan penyiraman tanaman. walau segala macam upaya telah di lakukan demi untuk menyelamatkan tanaman jagung namun hal itu bukan berarti tananam tersebut tidak di serang hama ulat.

Berdasarkan sumber yang di dapatkan dari Bagong salah satu pekerja di ladang Kades setempat menurut keterangannya kalau tanaman ini tidak di lakukan penyemprotan hama sudah barang tentu tanaman jagung ini tidak akan bisa tumbuh seperti ini walau sesungguhnya tanaman ini bisa di bilang tidak sempurna mengingat banyaknya hama ulat yang menyerang pupus jagung sehingga banyak tanaman jagung yang gagsl tumbuh.tuturnya.

Hal tersebut juga di rasakan oleh Hi Drs Edi Harnowo Camat Metro Kibang yang mana beliau juga mengakui adanya sebuah pengeluaran biaya yang di anggapnya di luar kebiasaan sekitar Rp. 12.000.000 untuk sekali tanam, sementara tanaman tersebut sudah minta untuk di pupuk karena tidak adanya air hujan sehingga tidak bisa memupuk akibat keterlambatan memupuk sudah barang tentu akan berimbas pada sebuah tanaman yang tidak bagus pertumbuhannya sehingga memudahkan penyakit atau hama untuk hinggap dan merusak tanaman,pungkasnya.(Bambang S)

Share Article to :

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top