ADA APA, KELUARGA KORBAN KURANG PUAS  MOTIF PEMBUNUHAN “JSH”, POLISI DIMINTA LEBIH MENDALAMI LAGI.

ADA APA, KELUARGA KORBAN KURANG PUAS MOTIF PEMBUNUHAN “JSH”, POLISI DIMINTA LEBIH MENDALAMI LAGI.

Berita Daerah 0 Comment 1401

KOTA GUNUNGSITOLI, Gemantaranews

Kasus pembunuhan anak mantan ketua KPUD kabupaten Nias Utara “JSH” yang terjadi di jalan pelita damai, kelurahan ilir, kecamatan Gunungsitoli, kota Gunungsitoli tepatnya di rumah korban, rabu (21/08/2019) sekira pukul 19.00 Wib, akhir-akhir ini hangat diperbincangkan publik dan Viral dimedia sosial, media Online/cetak, dan Televisi, yang sampai saat ini masih penuh dengan tanda tanya besar pada keluarga besar korban.

Terkait dengan pengungkapan dan penangkapan Pelaku pembunuhan terhadap Alm. Jimmy Sohahau Harefa (korban), 17 tahun, siswa pelajar disalah SMA swasta di kota Gunungsitoli pada senin lalu (26/08/2019) sekira pukul 21.00 wib malam, sesuai dengan keterangan Tersangka “B.W” kepada penyidik Polres Nias bahwa Dia MENCURI akibat ” Terlilit Utang Kepada Orangtuanya dan Teman-Teman-nya”.

Hal ini, juga disampaikan Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.I.K, M.H, pada konferensi Pers, selasa (27/08/2019) siang, bahwa Motif Tersangka “B.W” melakukan Pencurian dengan kekerasan akibat terlilit Utang main Game Online.

Menanggapi pengakuan Tersangka dan keterangan Pers Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.I.K, M.H, Keluarga korban “JSH” (Alm) yang diwakili Ottorius Harefa (Bapak korban) mantan ketua KPUD Nias Utara pada sejumlah wartawan, rabu (28/08/2019) mengatakan “keluarga sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Bapak Kapolres Nias, Kasat Reskrim Polres Nias beserta jajaran yang dibantu Tim Dit Reskrimum Polda Sumut, atas kerja kerasnya dalam mengungkap kasus pembunuhan anaknya “JSH”. Tak lupa juga, Dia mengucapkan terimakasih kepada semua Media/Pers, LSM, Aktivis, Pemerhati, Tokoh masyarakat/politik dan semua pihak yang ikut ambil andil dalam pengungkapan kasus kematian Jimmy Harefa”, pungkas Ottorius Harefa disertai tangis pilu.

Walaupun keluarga korban telah menerima kenyataan atas kematian anaknya “JSH”, namun Dia berharap pada Polres Nias untuk perlu ditelusuri dan ditingkatkan lebih mendalam penyelidikannya, karena ada hal – hal yang kurang sinkron menurut Ottorius Harefa.

Ottorius Harefa kurang menyakini motif ” Pencurian” atas kematian anaknya. Alasannya, kronologi pelaku pada saat mencuri, kenapa harus membunuh..???, Pelaku kalau sudah ambil barang, ya langsung pergi, korban masih tidur tak mungkin mendengar dan melihat pelaku, apakah saat itu korban melihat pelaku…???, sementara korban juga saat itu tidak berbuat apa-apa (perlawanan), berarti pelaku “Mencuri dan Membunuh”, pada hal masih ada barang-barang korban seperti dompet, Handycam, Sepeda motor disitu, alasan pelaku karena terlilit utang main Game Online sangat tidak masuk akal, jelas Ottorius Harefa sembari berharap kepada Polisi untuk lebih ditelusuri lagi dan dilakukan pengembangan.

“Jam tangan Jimmy Harefa masih belum ditemukan, ketidakpuasan keluarga karena kronologis informasi yang simpang siur dan tidak sinkron. Karena katanya, di TKP telah ditemukan 2 alat bukti yaitu Martil dan besi beton, tetapi yang disebutkan cuma Martil. Pada saat Visum korban dikatakan : “JSH” sudah meninggal 6 jam lalu, tetapi keterangan Tersangka pada Polisi pada pukul 04.00 wib pagi Dia membunuh korban. Kami keluarga menduga kematian “JSH” penuh dengan KEJANGGALAN dan SKENARIO. Asumsi kami keluarga, berdasarkan keterangan Tersangka tidak jujur dan tidak sesuai Fakta/Keadaan yang sebenarnya, tegas Ottorius Harefa.

Ottorius Harefa menambahkan dalam waktu dekat keluarga akan meminta bantuan hukum untuk menempuh jalur hukum ke POLDA Sumatera Utara, dan pendampingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kami percaya dan meyakini Integritas dan Profesionalisme penyidik Polres Nias dalam mengungkap kasus ini secara tuntas dan adil. Dan kepada semua pihak kami meminta dukungan baik Insan Pers, LSM, Pemerhati, Tokoh Agama/politik, untuk mendorong dan mendukung penuh Polres Nias dalam mengungkap MOTIF tindak pidana pembunuhan “JSH”, demi penegakkan supremasi hukum di NKRI, kebenaran dan keadilan. Keluarga korban akan menunggu apakah ada Tersangka lain yang terlibat dalam Kasus ini. Supaya jangan ada korban seperti Jimmy Harefa berikutnya, ucapnya mengakhiri. (TIM Red/St.Lase)

Leave a comment

      PT KURNIA CIPTA SARANA KARYA
      NO AHU : 002918.AH.0101 - TAHUN 2019
Gemantara News
Berani Memberikan Informasi yang Akurat dan Terpercaya Demi Mencerdaskan Masyarakat Nusantara.

Back to Top